Pernahkah kita terfikir :-
kenapa Allah memberi kita ujian tersebut?
mengapa kita diuji Allah?
Firman Allah SWT,
“Apakah manusia mengira bahawa mereka akan dibiarkan mengatakan: Kami telah beriman, sedang mereka belum diuji?” (Surah Al-Ankabut; ayat 2-3).
Adakah kita layak untuk bergelar seorang yang beriman sedangkan kita belum diuji?Kita sering diingatkan bahawa segala yang berlaku,ada hikmahnya.Allah telah menguji hamba-hambanya dengan pelbagai ujian.Ujian Allah penuh dengan tarbiyah buat insan yang menghargainya.Dengan ini,ujian Allah dapat menigkatkan lagi iman seseorang hamba-Nya.
Saya juga tidak lepas daripada ujian Allah,terasa berat,sedih dan pernah terlintas beberapa soalan kepada Allah.Adakah ini ujian yang aku mampu hadapi Ya Allah?Apa salah aku?Tapi bila saya muhasabah diri,alhamdulillah saya tahu sebab-sebab kekurangan mutabaah amal dan dapat resolusi.Saya selalu dengar perkataan sabar itu sesuai semasa kita sedang diuji Allah tapi untuk mengaplikasikan memang susah.Tapi memang benar,ujian itu tarbiyyah dari Allah kerana Allah yang mengajar saya erti kesabaran .Subhanallah aturan Allah.
SETIAP KESUSAHAN ITU AKAN DIAKHIRI DENGAN KEBAIKAN DAN KEMULIAAN
ALLAH SEBENARNYA INGIN MEMELIHARAMU DARI SEJUTA KEBURUKAN
Hendaklah engkau lapangkan dadamu dan bersyukur penuh redha agar kebaikan dunia akhirat itu menjadi penghuni hatimu. Moga kedukaan itu berganti dengan ketenangan, redha dan ikhlas dalam setiap apa yang berlaku lantaran husno dzonnya engkau pada ALLAH SWT.
Firman Allah SWT,
"Tidak ada suatu musibah yang menimpa(seseorang),kecuali dengan izin Allah dan Allah akan memberi petunjuk kepada hatinya.Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu."(Surah At-Taghaabun :ayat 11)
"orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingati Allah.Ingatlah,hanya dengan mengingati Allah hati menjadi tenteram."(Surah Ar-Rad:ayat 28)
Sabda Rasulullah SAW yang bermaksud:
“Tiada seorang Muslim yang menderita kelelahan atau penyakit, atau kesusahan hati, bahkan gangguan yang berupa duri melainkan semua kejadian itu akan berupa penebus dosanya.” (Hadis riwayat Bukhari dan Muslim)
“Sangat mengagumkan kepada seorang mukmin, sebab segala keadaannya untuk ia sangat baik, dan tidak mungkin terjadi demikian kecuali bagi seorang mukmin: jika mendapat nikmat ia bersyukur, maka syukur itu sangat baik baginya dan bila menderita kesusahan ia bersabar, maka sabar itu lebih baik baginya.” (Hadis riwayat Muslim)
p/s:La tahzan innallaha ma'ana......
No comments:
Post a Comment